That’s the thing that I always mind of, why I have a complicated mind? Why I dont have a simple mind? Why I always wasted my mind?
I dont even know.
Terkadang aku merasa berkecil hati dan rendah diri dengan orang lain, yang mana mereka memiliki pemikiran lebih sederhana dariku. Temanku setelah selesai kuliah, hanya memiliki 1 tujuan lagi, yaitu menikah. Dia bekerja hanya seperlunya, tidak ada tujuan untuk menjadi kaya, atau sekedar memenuhi kebutuhan, atau bahkan investasi.
“Rejeki sudah ada yang mengatur” katanya.
Bahkan setelah menikah nanti, dia akan rela tidak bekerja lagi. Sesederhana itu.
Aku iri, sangat iri dengan pemikiran seperti itu.
Terkadang aku bertanya, apakah aku merasa beruntung atau aku merasa merugi.
Setelah kuliah, aku merencanakan untuk S2, lalu timbul masalah ditengah-tengah yaitu apakah aku akan S2 dulu atau bekerja dulu.
Diputuskanlah untuk bekerja dulu, selepas itu timbul masalah lagi, “bekerja apa? Yang ini atau itu? Yang ini ada alasan A, B, C sampai Z, yang itu-pun sama, lalu pilih mana?”
Oke, diputuskan yang itu. Lalu timbul masalah lagi, “ah ada kesempatan lain, kesempatan yang kutunggu sejak kuliah, lalu apakah aku harus berhenti atau tetap mengambil kesempatan? Setelah mengambil? Lalu aku akan kehilangan pekerjaan yang kusuka?”
Tak cukup disitu, pemikiran “lalu setelah 1 tahun berlalu aku mau apa? Mau les bahasa inggris dan mendaftar S2?”
“Kalau mengambil kesempatan itu, lalu di sela-sela waktu aku mau ngapain? Mau nulis aja? Tapi nerbitin artikel agak susah sih sekarang? Lalu apa?”
Dan lalu-lalu lainnya yang membuatku merasa menyia-nyiakan otakku.
Bahkan maping life yang telah kubuat semenjak kuliahpun sirna dengan jalannya hidupku yang tak sesuai rencana.
Akupun setuju bahwa manusia lebih banyak wasting their mind untuk memikirkan hal-hal yang tak perlu. Dan itu berlaku bagiku.