
Seseorang membuatku tercengang dan terharu dengan kehebatan perjalanan hidupnya. Hal tersebut membuatku bertanya-tanya tentang diriku sendiri. Dia adalah Park Jin Young, bagi kalian pecinta K-Pop pasti tahu tentang beliau ini. Yah benar, dia adalah pendiri JYP Entertainment, tempat bagi para musisi dan idol terkenal kebanggaan kalian. Ada dua pertanyaan yang beliau sebutkan dalam acara realitas Korea, yang beberapa hari ini kunikmati tayangannya. Pertanyaan tersebut adalah “I want to be…….” dan “I want to live for…..”, bisa disimpulkan bahwa itu adalah tentang tujuan hidup. Tentu aku sangat tertarik karena itu adalah kedua pertanyaan yang sampai sekarang masih kupertanyakan.
Impian, bahkan itu masih menjadi abu-abu bagiku. Sejauh dan seberat apapun kupikirkan, aku tak tahu impian apa yang sebenarnya aku inginkan. Aku ingin menjadi ini dan itu, ingin kesana dan kemari, bahkan itu tak dapat menjawab impianku sebenarnya seperti apa. Aku bertanya lagi untuk yang terakhir, apakah benar aku tidak punya impian?
Ah tentu saja tidak benar. Aku memiliki impian itu. Tapi aku tak tahu yang mana, menjadi dosen? Menjadi peneliti? Menjadi traveller? Menjadi agen sosial? Agen perubahan?
Memang, sebanyak itu?
Kupikirkan lagi, sampai sekarang, sampai umur 23-ku, impianku amat sangat banyak. Aku memutuskan di usiaku sekarang, bahwa impianku adalah menjadi tak terbatas, menjadi apapun yang ku inginkan, menjadi apapun yang dapat membuatku bahagia, yang dapat membuatku merasa lebih hidup. Karena sejauh apapun pikiranku, aku ingin menjadi apapun yang kumau dan aku sadar, seiring berkembangnya usiaku, aku akan memiliki banyak impian lain, yang pasti akan terus berubah sesuai dengan perkembangan dan perjalanan hidup yang kulalui.
Ah aku tak akan lupa, masih ada satu pertanyaan yang membuatku berpikir keras, I want to live for…..?
Selama hampir 24 tahun hidupku, aku tidak pernah memikirkan pertanyaan lanjutan seperti itu. Selama ini aku hanya memikirkan aku akan jadi apa. Sungguh betapa masih bodohnya aku, yang belum sampai pertanyaan amat penting seperti itu. Aku sangat tercengang dengan pertanyaan itu, sungguh.
Selama berjam-jam aku berbaring, menulis, dan memikirkan jawaban atas pertanyaan itu. Tapi masih menyisakan tanda tanya besar yang aku tak tahu jawaban apa yang tepat untuk mengisinya. Sebenarnya apa tujuan hidupku, untuk siapa, dan bagaimana aku akan menjalani sisa hidupku. Baru kusadari bahwa di usiaku yang sekarang, aku akan tetap mengosongkan jawaban atas pertanyaan itu.
Kenapa?
Karena aku belum tahu. Benar-benar belum tahu.
Selama perjalanan hidup ini, aku akan mencari jawaban atas pertanyaan itu. Bagi kalian yang masih di usiaku, dan belum bisa menjawab juga pertanyaan tersebut, tidak apa, kalian adalah manusia hebat. Karena kita belum hidup begitu lama, kita belum hidup sampai setengah abad, belum menemui banyak orang, dan jawaban tanda tanya adalah jawaban jujur yang sangat aku hormati. Bukan jawaban itu yang sebenarnya aku inginkan, tapi eksistensi dan kejujuran kalian untuk mencari jawaban tersebut. Mencari jawaban dengan sungguh-sungguh. Mari kita jalani hidup yang hebat, bukan untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri, dan isi jawaban itu dengan kebanggaan, serta kehormatan.